Corection, Corective Action and Preventive Action

Corection, Corective Action and Preventive Action atau dalam bahasa indonesia, Tindakan koreksi, Tindakan Perbaikan dan Tindakan Pencegahan.

ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 terdapat istilah mengenai tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan, namun dalam implementasinya masih banyak kerancuan antara tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan,,,

Corection : adalah tindakan langsung yang dilakukan apabila terjadi ketidaksesuaian, tujuannya adalah untuk mengurangi dampak dari kejadian tersebut,

Corective Action atau Tindakan Perbaikan adalah tindakan yang diambil untuk menghilangkan akar penyebab ketidaksesuaian agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Preventive Action :  Tindakan yang diambil untuk mencegah suatu ketidaksesuaian,

contoh kasus :

Tindakan Perbaikan

Ketidaksesuaian :

ada sebuah gelas jatuh dan pecah di lantai

Corection

” bersihkan lantai, ambil pecahan gelas..jangan sampai pecahan gelas berserakan sehingga membahayakan orang lain”

Corective Action atau Tindakan Perbaikan adalah tindakan yang diambil untuk menghilangkan akar penyebab ketidaksesuaian agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

kalau kita mau melakukan Corective Action maka harus mencari akar penyebab masalahnya

caranya ? ada 2 metode yang paling sering dipakai orang untuk mencari akar masalah:

1. Menggunakan Diagram Tulang ikan atau Fish Bone Diagram…..

dengan menganalisa kemungkinan berbagai penyebab kenapa gelas bisa jatuh dan pecah.

Faktor Manusia      : Kurang Hati-Hati

Faktor Alat             : Meja Agak Miring/ Tidak Seimbang

Faktor Metode       : Blm ditetapkannya instruksi yang jelas mengenai cara meletakan gelas

Faktor Lingkungan : Jarak antar Meja yang terlalu sempit

Pilih faktor dominan penyebab berdasarkan data-data gelas yang jatuh pada periode tertentu, atau juga bisa berdiskusi       dengan Tim untuk menentukan mana kira-kira penyebab dominan. ternyata hasilnya adalah bahwa faktor metode menjadi   faktor penyebab dominan, maka tindakan perbaikan dari kasus ini adalah : “Membuat Instruksi Kerja yang jelas                 mengenai cara meletakan gelas diatas meja”

2. Menggunakan metode 5 Why, yaitu lima kali bertanya mengapa

Gelas Jatuh

Why  1 –> Tersenggol Orang

Why  2–> Jarak antar meja terlalu sempit

Why 3 –> Tidak ada metode penyusunan meja

Why 4 –> Blm memperhitungkan adanya potensi gelas jatuh

why 5 –> Acuan penyusunan gelas belum ditetapkan

dengan menggunakan metode ini terlihat bahwa penyebab utama dari gelas jatuh tadi adalah, belum adanya acuan penyusunan gelas  maka tindakan perbaikan dari kasus ini adalah : “Membuat Instruksi Kerja yang jelas                 mengenai cara meletakan gelas diatas meja”

Nah kebetulan saja untuk case diatas root case dengan menggunakan 2 metode bisa sama hasilnya, apabila beda juga tidak masalah, karena kita hanya disarankan menggunakan salah satu metode dan bukan kedua duanya, memakai metode yang sama juga sangat dimungkinkan root cause nya berbeda, sesuai dengan aktual kondisi di bagian/ departemen masing-masing.

Preventive Action :  Tindakan yang diambil untuk mencegah suatu ketidaksesuaian,

Tindakan Pencegahan untuk ketidaksesuaian diatas tidak ada, karena sudah terjadi ketidaksesuaian gelas jatuh,

Preventive Action atau Tindakan Pencegahan

seandainya kasus gelas jatuh diatas belum terjadi maka dapat diambil langkah langkah seperti contoh diatas.

Potensi Ketidaksesuaian 

Adanya potensi kejadian gelas jatuh

berdasarkan data :

kejadian 1, gelas sudah di ujung meja

kejadian 2, gelas sudah jatuh tapi masih tertangkap tangan

kejadian 3, gelas diatas meja dengan posisi miring.

maka dicarilah Akar penyebabnya yang bisa berpotensi menyebakan gelas jatuh dan pecah..

1. Menggunakan Diagram Tulang ikan atau Fish Bone Diagram…..

dengan menganalisa kemungkinan potensi penyebab kenapa gelas bisa jatuh dan pecah.

Faktor Manusia      : Kurang Hati-Hati

Faktor Alat             : Meja Agak Miring/ Tidak Seimbang

Faktor Metode       : Blm ditetapkannya instruksi yang jelas mengenai cara meletakan gelas

Faktor Lingkungan : Jarak antar Meja yang terlalu sempit

Pilih faktor dominan penyebab berdasarkan data-data gelas yang jatuh pada periode tertentu, atau juga bisa berdiskusi       dengan Tim untuk menentukan mana kira-kira penyebab dominan. ternyata hasilnya adalah bahwa faktor metode menjadi   faktor penyebab dominan, maka tindakan pencegahan dari kasus ini adalah : “Membuat Instruksi Kerja yang jelas                 mengenai cara meletakan gelas diatas meja”

2. Menggunakan metode 5 Why, yaitu lima kali bertanya mengapa

Gelas Jatuh

Why  1 –> Tersenggol Orang

Why  2–> Jarak antar meja terlalu sempit

Why 3 –> Tidak ada metode penyusunan meja

Why 4 –> Blm memperhitungkan adanya potensi gelas jatuh

why 5 –> Acuan penyusunan gelas belum ditetapkan

dengan menggunakan metode ini terlihat bahwa penyebab utama dari gelas jatuh tadi adalah, belum adanya acuan penyusunan gelas  maka tindakan pencegahan dari kasus ini adalah : “Membuat Instruksi Kerja yang jelas                 mengenai cara meletakan gelas diatas meja”

Tindakan Perbaikan : Tidak ada karena belum terjadi

demikian sedikit pencelasan mengenai tindakan langsung/koreksi, Tindakan Perbaikan dan Tindakan Pencegahan,

bila organisasi anda membutuhkan Training mengenai Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan, Tindakan pencegahan, Continous improvement, Problem solving, dll silahkan kontak kami di

HP: 0812 10 9 10 329

email:budi_wibowo-bb@yahoo.com

semoga bermanfaat,, salam hangat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.