Dokumen Wajib ISO 9001:2015

Dokumen Wajib ISO 9001 2105

Dalam Implementasi ISO versi sebelumnya ada yang disebut dengan mandatory procedure atau prosedur prosedur / dokumen yang wajib ada pada Sistem Manajemn Mutu dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Prosedur Prosedur wajib itu diantaranya adalah :

 

  1. Prosedur Internal Audit
  2. Prosedur Ketidaksesuaian Jasa/ Produk
  3. Prosedur Pengendalian Dokumen
  4. Prosedur Pengendalian Catatan Mutu
  5. Prosedur Tindakan Perbaikan
  6. Prosedur Tindakan Pencegahan.

Untuk ISO 9001:2015 ini prosedur dan Catatan/ Record  telah disatukan dengan istilah informasi terdokumentasi, lalu apa sajakah dokumen yang wajib ada pada implementasi ISO 9001 2015 ini ?

 

Dokumen yang wajib ada :

  • Ruang Lingkup SMM {Klausal/ Pasal 3}

Adalah statement dari ruang lingkup penerapan ISO di dalam organisasi, Mislnya jenis usaha/ Jasa, Lokasi, Berapa kantor cabang, Plant, dll

 

  • Kebijakan Mutu {Klausal/ Pasal 2}

Dokumen wajib ISO 9001 2015 yang lain adalah dokumen kebijakan mutu, dokumen ini berisi mengenai statement komitment top manajement terhadap penerapan SMM di dalam organisasi.

 

  • Sasaran Mutu {Klausal/ Pasal 2}

Target / sasaran / KPI yang akan dicapai organisasi dalam periode tertentu.

 

  • Syarat untuk evaluasi dan pemilihan pemasok {Klausal/ Pasal  4.1}

Persyaratan terkait dengan seleksi Supplier atau sub kontraktor.

 

 

Berikut Catatan/ Record yang wajib bagi organisasi sepanjang itu bisa dijalankan/ tidak dikecualikan dalam Sistem Manajemen ISO 9001 2015

Catatan/ Record  Wajib

  • Catatan/ Record Pemantauan dan pengukuran peralatan kalibrasi* {Klausal/ Pasal  1.5.1}
  • Catatan/ Record Training , keterampilan, pengalaman dan kualifikasi {kla usul 2}
  • Catatan/ Record tinjauan persyaratan produk / jasa {Klausal/ Pasal  2.3.2}
  • Catatan/ Record tentang hasil tinjauan Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.2}
  • Catatan/ Record tentang masukan untuk Design  dan pengembangan * {Klausal/ Pasal  3.3}
  • Catatan/ Record pengendalian Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.4}
  • Catatan/ Record hasil Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.5}
  • Catatan/ Record perubahan Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.6}
  • Karakteristik produk yang akan diproduksi dan jasa yang akan diberikan {Klausal/ Pasal 5.1}
  • Catatan/ Record tentang properti pelanggan {Klausal/ Pasal  5.3}
  • Catatan/ Record perubahan ketentuan dalam produksi / jasa {Klausal/ Pasal  5.6}
  • Catatan/ Record kesesuaian produk / jasa dengan Syarat  penerimaan {Klausal/ Pasal  6}
  • Catatan output/hasil yang tidak sesuai {Klausal/ Pasal 7.2}
  • Pemantauan dan pengukuran hasil {Klausal/ Pasal 1.1}
  • Program audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Hasil audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Hasil dari tinjauan manajemen {Klausal/ Pasal 3}
  • Hasil tindakan Perbaikan {Klausal/ Pasal  1}

 

Dokumen Tidak -Wajib

Ada dokumen Tidak – wajib yang dapat digunakan untuk implementasi ISO 9001. Berikut ini adalah dokumentasi informasi yang Tidak harus  {wajib} tapi Paling sering digunakan:

  • Prosedur untuk menentukan konteks organisasi dan pihak yang berkepentingan {pasal 4.1 dan 2}
  • Prosedur untuk menangani risiko dan peluang {Klausal/ Pasal 1}
  • Prosedur untuk kompetensi, Training dan kesadaran terhadap SMM {Klausal/ Pasal  1.2, 7.2 dan 7.3}
  • Prosedur untuk pemeliharaan peralatan dan alat ukur {Klausal/ Pasal 1.5}
  • Prosedur untuk pengendalian dokumen {Klausal/ Pasal 5}
  • Prosedur penjualan {Klausal/ Pasal 2}
  • Prosedur untuk Design dan pengembangan {Klausal/ Pasal  3}
  • Prosedur untuk produksi dan penyediaan jasa {Klausal/ Pasal 5}
  • Prosedur pergudangan {Klausal/ Pasal 5.4}
  • Prosedur untuk pengelolaan ketidaksesuaian dan tindakan Perbaikan {Klausal/ Pasal  7 dan 10.2}
  • Prosedur untuk pemantauan kepuasan pelanggan {Klausal/ Pasal 1.2}
  • Prosedur untuk audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Prosedur untuk tinjauan manajemen {Klausal/ Pasal 3}

Dokumen wajib ISO 9001 2105

Dokumen Wajib ISO 9001:2015

Dokumen wajib ISO 9001 2015 ini bisa berupa Prosedur/ Instruksi Kerja/ Specifikasi/ Guaidelines, dll

Semua dokumen wajib ini harus disiapkan dan dijalankan dengan baik dalam organisasi agar mempermudah kita pada saat eksternal audit dari lembaga sertifikasi.

 

Penyimpanan / Filling Dokumen Wajib ISO 9001 2015

Ada baiknya dokumen yang masuk katagori wajib sebaiknya dilakukan treatment khusus agar SMM bisa berjalan dengan lancer.

  1. Melakukan Registrasi semua dokumen wajib ISO 9001 2015 yang ada di perusahaan.
  2. Menyimpan master Dokumen di bagian Documen Control/ MR
  3. Menscan/ Copy untuk dokumen yang sering dipinjam oleh bagian lain.
  4. Memastikan / Monitoring bahwa dokumen wajib selalu tersedia pada tempatnya.
  5. Memberikan nama pada file file Penyimpanan Dokumen agar mudah pada saat pencarian dokumen.

 

Demikian sedikit penjelasan mengenai dokumen wajib ISO 9001 2015, Semoga Bermanfaat…

Pengertian ISO 45001 dan Manfaat Penerapannya


Pengertian ISO 45001

Pengenalan ISO 45001

Organisasi bertanggung jawab untuk memastikan untuk dapat meminimalkan risiko bahaya bagi orang-orang yang mungkin terpengaruh oleh aktivitasnya (misalnya pekerja, manajer, kontraktor, atau pengunjungnya), dan terutama jika mereka dilibatkan oleh organisasi untuk melakukan kegiatan tersebut. sebagai bagian dari “pekerjaan” mereka.
ISO sedang mengembangkan standar sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (ISO 45001) yang dimaksudkan untuk memungkinkan organisasi mengelola risiko K3 dan memperbaiki kinerjanya. Implementasi sistem manajemen K3 akan menjadi keputusan strategis bagi sebuah organisasi yang dapat digunakan untuk mendukung inisiatif keberlanjutannya, memastikan masyarakat lebih aman dan lebih sehat serta meningkatkan keuntungan pada saat yang bersamaan.
Kegiatan organisasi dapat menimbulkan risiko cedera atau kesehatan yang buruk, atau bahkan kematian, terhadap mereka yang bekerja bagi organisasi; Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko K3 dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Para pekerja / karyawan adalah yang paling berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, oleh karena itu keterlibatan mereka dalam pengelolaan K3 organisasi tentu sangat diperlukan. ISO 45001 adalah salah satu jembatan untuk dapat mewujudkan partisipasi karyawan dalam K3 organisasi.

Pengertian ISO 45001

Apakah yang dimaksud dengan ISO 45001
ISO 45001 adalah Standar Internasional yang menentukan persyaratan untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (OH&S), dengan panduan penggunaannya, untuk memungkinkan sebuah organisasi memperbaiki kinerja K3 secara proaktif dalam mencegah Kecelakaan Kerja dan dampak buruk bagi kesehatan.
ISO 45001 dimaksudkan untuk diterapkan pada organisasi manapun tanpa memperhatikan ukuran, jenis dan sifatnya. Semua persyaratannya dimaksudkan untuk diintegrasikan ke dalam proses manajemen organisasi sendiri.
ISO 45001 memungkinkan sebuah organisasi, untuk dapat menerapkan Sistem K3 nya selaras dengan peraturan dan persyaratan Undang undang atau peraturan lain yang berlaku di Negara tersebut. Sehingga ini mempermudah organisasi dalam memonitor segala peraturan yang wajib mereka patuhi.

ISO 45001 tidak menyebutkan kriteria khusus untuk kinerja K3, juga tidak menentukan rancangan sistem manajemen K3 dalam Organisasi. Sistem manajemen K3 organisasi harus spesifik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dalam mencegah cedera dan kesehatan yang buruk, oleh karena itu , usaha kecil dengan risiko rendah mungkin hanya perlu menerapkan sistem yang relatif sederhana, dan sebaliknya organisasi besar dengan tingkat risiko tinggi mungkin memerlukan sesuatu yang jauh lebih rumit. Sangat mungkin perbedaan penerapan SMK3 di dalam perusahaan berbeda beda, tergantung keefektifan penerapannya oleh organisasi.
ISO 45001 tidak secara khusus menangani masalah seperti keamanan produk, kerusakan properti atau dampak lingkungan, dan organisasi tidak diharuskan untuk mempertimbangkan masalah ini kecuali jika menimbulkan risiko bagi pekerjanya.
ISO 45001 tidak dimaksudkan sebagai dokumen yang mengikat secara hukum, ini adalah alat bagi manajemen secara sukarela oleh organisasi yang bertujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko bahaya.

Manfaat Penerapan ISO 45001

Sistem manajemen K3 berbasis ISO 45001 akan memungkinkan sebuah organisasi memperbaiki kinerjanya dengan:
1. Mengembangkan dan menerapkan Sistem Manajemen untuk mengurangi atau meminimalisir kecelakaan kerja atau sakit akibat kerja
2. Membangun proses sistematis terkait dengan K3 yang mempertimbangkan “konteksnya” dan yang memperhitungkan risiko dan peluangnya, dan persyaratan hukum dan lainnya
3. Menentukan bahaya dan risiko yang terkait dengan aktivitasnya dan berusaha untuk menghilangkannya , atau melakukan kontrol untuk meminimalkan dampak potensial resiko dan bahayanya.
4. Menetapkan pengendalian operasional untuk mengelola risiko K3 dan persyaratan hukum dan lainnya
5. Meningkatkan kesadaran akan risiko K3
6. Mengevaluasi kinerja K3 dan berusaha untuk memperbaikinya, melalui tindakan yang tepat
7. Memastikan pekerja berperan aktif dalam masalah K3
8. Memaksimalkan Efektifitas dan Efisiensi pekerja dan alat dengan mengurangi downtime karena cedera atau sakit akibat kerja
9. Membuka Pasar baru terutama bagi customer yang mensyaratkan K3
10. Memenuhi persyaratan Tender , dll
11. Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan dan mencegah permasalahan yang ditimbulkannya
12. mengurangi keseluruhan biaya insiden
13. mengurangi downtime dan biaya gangguan operasi
14. mengurangi biaya premi asuransi
15. mengurangi ketidakhadiran dan tingkat turnover karyawan
16. Pengakuan secara Internasional terkait SMK3 organisasi
Untuk perusahaan yang membutuhkan Training, Konsultasi, Sertifikasi ISO 45001 silahkan menghubungi kami di HP 0812 10 9 10 329 email : budiwibowo.gmci@gmail.com

Implementasi ISO 9001:2015 Rasa ISO 9001:2015

sertifikat-iso-9001-2015

Beberapa hari yang Lalu Saya mendapat Tugas untuk melakukan Audit, Di Salah Satu Perusahaan yang baru saja mendapatkan Sertifikat Upgrade dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.. Hmmm Masih Baru Nih,,

Tapi Tunggu dulu Perusahaan Baru Saja Di Audit Eksternal Kenapa Ingin di Audit Lagi ya …??

Pertama tama : Mereka ingin mendapatkan pembanding antara Audit dari Badan sertifikasi nya dengan Audit Pihak lain (dari GMCI)

Yang Kedua : Mereka ingin mendapatkan Masukan yang lebih Objective, karena audit kali ini tanpa ketakutan mendapat temuan yang bisa mempengaruhi sertifikasi mereka.

Ketiga : Mereka ingin memperbaiki implementasi SMM yang sudah dijalankan selama ini.

Audit berjalan dengan sangat lancar, tanpa beban diskusi dan interview mengalir, berbagai kendala, masukan, ide, didiskusikan selama sesi audit, ya audit seperti ini berasa seperti diskusi antara teman dan sahabat, beda suasana dengan audit eksternal….

dan akhirnya beberapa kesimpulan pun di ungkapkan…

kenapa saya nyatakan bahwa SMM yang dijalankan organisasi masih berasa ISO 9001 2008 walaupun mereka telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015

1. Risk And Opportunity

Organisasi dan Karyawan masih belum memahami bagaimana seharusnya mereka memanfaatkan Risk dan Opportunity yang ada dalam klausal ISO 9001:2015, sepertinya Risk dibuat sebagai pelengkap saja, tanpa terkait dengan Risk aktual atau kegiatan aktual di lapangan, jadi risk ya risk, pekerjaan ya pekerjaan, jadi berasa tidak memahami bagaimana RISK yang mereka buat bisa mmembantu pekerjaan mereka, bisa menjadi navigasi bagi arah kebijakan organisasi tau departemen.

2. Dokumen , Dokumen dan Dokumen

Versi Baru ISO 9001:2015 sudah menyiratkan bahwa pekerjaan dokumentasi dimudahkan bahkan tidak ada yg sifatnya dokumen wajib, bahkan formulir bisa berdiri sendiri apabila memang sudah memadai dan cukup, Instruksi Kerja, Prosedur, Record semua berlaku sama sebagai dcumented informasi, namun organisasi masih saja belum merubah sebagian besar dokumen yang dikerjakan pada iso versi sebelumnya menjadi lebih ringan dan efektif,,,

3. Leadership

Klausal tambahan dari ISO 9001 2015 adalah mengenai Leadership, namun tetap saja di dalam organisasi, Peran dan tanggung jawab Leader terhadap Implementasi ISO 9001:2015 masih sangat kurang, Jadi belum berasa bagaimana leader mengambil tanggung jawab dan berperan lebih besar dalam implementasi ISO 9001:2015

demikian sekedar sharing mengenai implementasi ISO 9001:2015 di dalam Organisasi,

bagi anda atau organisasi yang membutuhkan Independent Auditor SMM, SME, SML, atau pelatihan ISO 9001:2015, silahkan kontak kami di HP/WA 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com

Semoga Bermanfaat

Apakah Perusahaan Kami Memerlukan ISO 9001:2015 ?

Apakah organisasi memerlukan ISO 9001 215

Apakah Perusahaan Kami Memerlukan ISO 9001:2015 ?

Banyak sekali pertanyaan terkait dengan perlunya sistem manajemen mutu iso 9001:2015 ini bagi perusahaan,  tentu saja perusahaan sangat memerlukan suatu sistem manajemen yang bisa mengelola hampir semua proses dan aktivitas pekerjaan di dalam perusahaan tersebut, bayangkan suatu organisasi yang tidak mempunyai aturan yang jelas, terkait dengan sebut saja, aturan kerja.

Kerancuan Aturan / Prosedur dalam Organisasi

Banyak perusahaan yang tidak mempunyai aturan yang jelas terkait dengan suatu aktivitas di organisasinya, sehingga membuat karyawan atau orang yang terlibat di dalam aktivitas itu sulit untuk bekerja atau membuat keputusan ketika menemui kendala dalam pekerjaannya sehari-hari. Bahkan banyak organisasi yang tidak mempunyai mekanisme yang baku Bagaimana melaporkan hasil pekerjaan atau performance dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari di dalam organisasi. Kadang juga di dalam organisasi kondisinya berbalik mereka terlalu banyak prosedur atau aturan yang ada di dalam satu departemen atau bagian, sehingga orang yang mau menjalankan aktivitas bingung mau menjalankan yang mana?

Iso 9001 2015 solusi untuk permasalahan diatas bagaimana pengaturan terkait dengan dokumen informasi yang berlaku di dalam organisasi atau perusahaan, dikendalikan dan terpusat pada bagian pengendali dokumen, hal ini tentu saja akan lebih memudahkan organisasi untuk mengontrol dokumen informasi atau prosedur yang harus dijalankan di dalam perusahaan tersebut.

Organisasi banyak yang tidak mempunyai target yang jelas

Belum lagi beberapa perusahaan tidak mempunyai target atau sasaran yang jelas, apa yang ingin diraih atau dicapai dalam tahun berjalan 3 tahun yang akan datang atau bahkan lima tahun yang akan datang. Padahal target atau sasaran yang jelas ini sangat diperlukan agar semua karyawan bisa berjalan kearah yang sudah ditargetkan atau diinginkan oleh organisasi. Tanpa adanya target yang jelas, bisa jadi masing-masing departemen akan mementingkan departemennya masing-masing atau bahkan bisa saling berbenturan satu departemen dan departemen yang lain, tanpa adanya target karyawan Pupun Departemen akan kebingungan mana yang akan dianggap penting atau prioritas atau hanya aktivitas sehari-hari.

Organisasi sangat jarang melakukan monitoring, evaluasi atau pengecekan,

Beberapa perusahaan juga sangat jarang melakukan monitoring, evaluasi atau pengecekan, pada proses yang dijalankan oleh organisasi, apakah proses tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau menjadi aturan dari organisasi tersebut? Apakah ada potensi untuk dapat meningkatkan efektivitas dari proses yang sedang dijalankan? Sampai dimana departemen atau bagian dari organisasi dalam usaha untuk mencapai target atau sasaran nya? Pertanyaan-pertanyaan itu tentu saja bisa dijawab dengan adanya audit mutu internal, karena dengan menerapkan sistem manajemen mutu iso 9001:2015, audit mutu internal akan dijalankan sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh iso 9001 2015 akan dilakukan secara periodic dan dilaporkan ke Top Management.

Dari beberapa contoh di atas dapat dilihat perlunya menerapkan sistem manajemen mutu iso 9001 2015 dalam organisasi atau perusahaan. Sering orang salah memahami bahwa ada perbedaan antara sertifikasi iso 9001 2015 dengan implementasi ISO 9001:2015. Implementasi iso 9001 mutlak atau sangat diperlukan di dalam organisasi, implementasi bukan berarti harus sertifikasi, bahkan beberapa perusahaan minta kami untuk memberikan gaya dan bagaimana mengimplementasi sistem manajemen mutu iso 9001 2015 ini, tanpa sertifikasi…

semoga bermanfaat…

Training ISO 9001:2015 dapat menghubungi kami di HP/WA 0812 10 9 10 329 email :budi_wibowo_bb@yahoo.com

Menyederhanakan Pekerjaan Dokumentasi Pada ISO 9001:2015

Penyederhanaan Dokumen Wajib ISO 9001 2015

Iso 9001:2015 memperkenalkan istilah baru yaitu informasi terdokumentasi yang sebelumnya informasi terdokumentasi ini terbagi menjadi dua, yaitu yang disebut dengan dokumen, dan yang disebut dengan catatan mutu atau record.

Dokumen iso versi sebelumnya terdiri dari manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja dan form, sedangkan catatan mutu atau record adalah bukti dari pelaksanaan atau pengisian form form yang sudah dibuat.

Pada iso versi 9001:2015, dokumen dan catatan mutu telah berubah istilah menjadi informasi terdokumentasi, dimana informasi terdokumentasi ini adalah gabungan dari dokumen yang terdiri dari manual mutu, prosedur instruksi kerja, dan ditambah dengan catatan mutu atau record.

Tidak Diperlukan Prosedur Wajib ISO 9001:2015

Pengendalian informasi terdokumentasi, di dalam iso 9001 2015 disebutkan bahwa pengendalian informasi terdokumentasi terdiri dari, penomoran atau registrasi, pengesahan, kontrol atau identifikasi, distribusi, revisi, dan penyimpanan, berbeda dengan versi sebelumnya bahwa untuk dokumentasi di iso 9001 2015 ini, lebih diderhanakan karena tidak adanya suatu kewajiban untuk membuat prosedur wajib, beberapa bukti dari implementasi iso 9001 2015 bisa dibuat dalam bentuk catatan mutu atau record. Hal ini tentu saja lebih memudahkan dari organisasi untuk mendevelop dokumen-dokumen untuk membuktikan bahwa perusahaan memenuhi clausal dari iso 9001 2015.

Bentuk Catatan / Informasi terdokumentasi

Selain itu, bentuk dari catatan atau record tidak melulu dalam bentuk workpaper atau kertas, bukti itu bisa berupa soft file, apa berupa data yang tersimpan dalam komputer, rekaman, ataupun video. Dengan demikian Hal ini dapat mengurangi pekerjaan menggunakan kertas. wah jauh lebih simple ya…

Memanfaatkan edoc untuk pengendalian dokumen ISO 9001:2015

Iso 9001:2015 mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat dimungkinkan apabila perusahaan akan membuat sistem dokumen atau dokumentasi yang menggunakan elektronik database, bisa di mulai dengan membuat prosedur atau dokumen secara elektronik, sehingga tidak diperlukan lagi pekerjaan fotocopy dokumen yang tentu saja hal ini sangat memakan banyak biaya dan menghabiskan kertas. Memang belum ada Pengaturan khusus terkait dengan electronic document di dalam klausul iso 9001 2015, sehingga pengendaliannya bisa di anggap sama dengan pengendalian pada dokumen yang berbentuk kertas. Hanya saja pada saat revisi atau distribusi dokumen man tentu saja jauh lebih efisien dan efektif.

 

Dokumen Wajib ISO 9001:2015

 

 

  • Ruang Lingkup SMM {Klausal/ Pasal 3}

Adalah statement dari ruang lingkup penerapan ISO di dalam organisasi, Mislnya jenis usaha/ Jasa, Lokasi, Berapa kantor cabang, Plant, dll

 

  • Kebijakan Mutu {Klausal/ Pasal 2}

Dokumen wajib ISO 9001 2015 yang lain adalah dokumen kebijakan mutu, dokumen ini berisi mengenai statement komitment top manajement terhadap penerapan SMM di dalam organisasi.

 

  • Sasaran Mutu {Klausal/ Pasal 2}

Target / sasaran / KPI yang akan dicapai organisasi dalam periode tertentu.

 

  • Syarat untuk evaluasi dan pemilihan pemasok {Klausal/ Pasal  4.1}

Persyaratan terkait dengan seleksi Supplier atau sub kontraktor.

 

Berikut Catatan/ Record yang wajib bagi organisasi sepanjang itu bisa dijalankan/ tidak dikecualikan dalam Sistem Manajemen ISO 9001 2015

Catatan/ Record  Wajib

  • Catatan/ Record Pemantauan dan pengukuran peralatan kalibrasi* {Klausal/ Pasal  1.5.1}
  • Catatan/ Record Training , keterampilan, pengalaman dan kualifikasi {kla usul 2}
  • Catatan/ Record tinjauan persyaratan produk / jasa {Klausal/ Pasal  2.3.2}
  • Catatan/ Record tentang hasil tinjauan Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.2}
  • Catatan/ Record tentang masukan untuk Design  dan pengembangan * {Klausal/ Pasal  3.3}
  • Catatan/ Record pengendalian Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.4}
  • Catatan/ Record hasil Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.5}
  • Catatan/ Record perubahan Design  dan pengembangan* {Klausal/ Pasal  3.6}
  • Karakteristik produk yang akan diproduksi dan jasa yang akan diberikan {Klausal/ Pasal 5.1}
  • Catatan/ Record tentang properti pelanggan {Klausal/ Pasal  5.3}
  • Catatan/ Record perubahan ketentuan dalam produksi / jasa {Klausal/ Pasal  5.6}
  • Catatan/ Record kesesuaian produk / jasa dengan Syarat  penerimaan {Klausal/ Pasal  6}
  • Catatan output/hasil yang tidak sesuai {Klausal/ Pasal 7.2}
  • Pemantauan dan pengukuran hasil {Klausal/ Pasal 1.1}
  • Program audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Hasil audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Hasil dari tinjauan manajemen {Klausal/ Pasal 3}
  • Hasil tindakan Perbaikan {Klausal/ Pasal  1}

Dokumen Tidak -Wajib

Ada dokumen Tidak – wajib yang dapat digunakan untuk implementasi ISO 9001. Berikut ini adalah dokumentasi informasi yang Tidak harus  {wajib} tapi Paling sering digunakan:

  • Prosedur untuk menentukan konteks organisasi dan pihak yang berkepentingan {pasal 4.1 dan 2}
  • Prosedur untuk menangani risiko dan peluang {Klausal/ Pasal 1}
  • Prosedur untuk kompetensi, Training dan kesadaran terhadap SMM {Klausal/ Pasal  1.2, 7.2 dan 7.3}
  • Prosedur untuk pemeliharaan peralatan dan alat ukur {Klausal/ Pasal 1.5}
  • Prosedur untuk pengendalian dokumen {Klausal/ Pasal 5}
  • Prosedur penjualan {Klausal/ Pasal 2}
  • Prosedur untuk Design dan pengembangan {Klausal/ Pasal  3}
  • Prosedur untuk produksi dan penyediaan jasa {Klausal/ Pasal 5}
  • Prosedur pergudangan {Klausal/ Pasal 5.4}
  • Prosedur untuk pengelolaan ketidaksesuaian dan tindakan Perbaikan {Klausal/ Pasal  7 dan 10.2}
  • Prosedur untuk pemantauan kepuasan pelanggan {Klausal/ Pasal 1.2}
  • Prosedur untuk audit internal {Klausal/ Pasal 2}
  • Prosedur untuk tinjauan manajemen {Klausal/ Pasal 3}

 

Dokumen Wajib ISO 9001:2015

Dokumen wajib ISO 9001 2015 ini bisa berupa Prosedur/ Instruksi Kerja/ Specifikasi/ Guaidelines, dll

Semua dokumen wajib ini harus disiapkan dan dijalankan dengan baik dalam organisasi agar mempermudah kita pada saat eksternal audit dari lembaga sertifikasi.

 

Penyimpanan / Filling Dokumen Wajib ISO 9001 2015

Ada baiknya dokumen yang masuk katagori wajib sebaiknya dilakukan treatment khusus agar SMM bisa berjalan dengan lancer.

  1. Melakukan Registrasi semua dokumen wajib ISO 9001 2015 yang ada di perusahaan.
  2. Menyimpan master Dokumen di bagian Documen Control/ MR
  3. Menscan/ Copy untuk dokumen yang sering dipinjam oleh bagian lain.
  4. Memastikan / Monitoring bahwa dokumen wajib selalu tersedia pada tempatnya.
  5. Memberikan nama pada file file Penyimpanan Dokumen agar mudah pada saat pencarian dokumen.

 

Demikian sedikit penjelasan mengenai dokumen wajib ISO 9001 2015, Semoga Bermanfaat…

Training, Konsultasi, Sertifikasi ISO 9001:2015, Training Dokumentasi ISO 9001:2015, Silahkan menghubungi kami :

Global Management Consulting Indonesia : www.sertifikatiso.wordpress.com

HP : 081210910329

 

Demikian sedikit penjelasan mengenai bagaimana penyederhanaan dokumentasi informasi iso 9001 2015, semoga bermanfaat,

Apabila perusahaan anda ingin mengadakan pelatihan terkait dengan dokumentasi iso 9001 2015, dapat menghubungi kami di HP /WA 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com